Real Madrid Akan Mempertahankan Keylor Navas sebagai Kiper Utama

Real Madrid Akan Mempertahankan Keylor Navas sebagai Kiper Utama

Madrid – Presiden Real Madrid, Florentino Perez, mengindikasikan berhenti mengejar David de Gea. Perez yakin kalau Keylor Navas adalah kiper yang tepat untuk Los Blancos.

David de Gea terus dikaitkan dengan Real Madrid. Namun, isu tersebut berpeluang berakhir setelah Keylor Navas mendapat pengakuan dari Perez.

“Kami bangga memiliki Keylor Navas sebagai kiper Real Madrid. Dia menunjukkan kerja keras secara terus menerus, dia adalah kiper yang pantas untuk klub ini,” ujar Perez.

“Keylor Navas akan tetap bersama kami karena penampilannya yang konsisten. Dia telah mendapat pengakuan dari suporter Real Madrid,” ungkap sang presiden.

Keylor Navas menjadi kiper utama Real Madrid setelah Iker casillas hengkang. Kiper asal Kosta Rika tersebut menunjukkan penampilan yang gemilang dan telah mengoleksi dua gelar Liga Champions.

Sebelumnya, Navas sempat hampir ditukar dengan David de Gea pada 2015, namun proses transfer urung terjadi karena kesalahan administasi yang dilakukan oleh Real Madrid.

Tiga Pemain Bayern yang Sulit Dihentikan Menurut Carvajal

Tiga Pemain Bayern yang Sulit Dihentikan Menurut Carvajal

Tiga Pemain Bayern yang Sulit Dihentikan Menurut Carvajal

Madrid – Real Madrid akan berjumpa dengan Bayern Munich di semifinal Liga Champions. Ada tiga pemain Die Roten yang diwaspadai oleh Dani Carvajal.

Madrid lebih dulu bermain tandang ke markas Bayern di Allianz Arena, Kamis (26/4/2018) dini hari WIB, dalam leg pertama semifinal. Sepekan kemudian, gantian Los Blancos yang menjamu Bayern.

Jelang duel di leg pertama, bek kanan Madrid Carvajal menilai ada tiga pemain Bayern yang sulit dihentikan. Mereka adalah Arjen Robben, Robert Lewandowski, dan Frank Ribery.

“Robben, Lewandowski, dan Ribery adalah pemain yang paling sulit dihentikan. Mereka tiga pemain yang sangat sulit dijaga, dan dengan sedikit celah mereka bisa mencetak gol,” kata Carvajal seperti dikutip dari Marca.

Madrid merupakan klub pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara di era Liga Champions. Jika bisa melewati Bayern dan kembali berjaya di final, mereka punya kesempatan mencatatkan sejarah dengan memenangi trofi tiga kali secara beruntun.

“Tidak ada yang mustahil, kami akan berjuang untuk itu. Kami bekerja dan jika kami sudah memenangi dua kali maka mengapa tidak kami mencoba untuk tiga kali berturut-turut?” sambungnya.

“Saya berharap kami bisa memenangi Liga Champions, kami harus tetap membumi dan menghadapi semifinal dengan antusiasme yang tinggi,” harapnya.

‘Roma Hadapi Salah yang Sudah Beda’

‘Roma Hadapi Salah yang Sudah Beda’

Roma Hadapi Salah yang Sudah Beda

London – AS Roma akan melawan Mohamed Salah yang kini memperkuat Liverpool di Liga Champions. Giallorossi dinilai menghadapi Salah yang sudah berbeda.

Roma dan Liverpool akan berduel di semifinal Liga Champions. Leg I akan berlangsung di Anfield, Rabu (25/4/2018) dinihari WIB. Sepekan kemudian, Roma yang akan menjadi tuan rumah di Stadio Olimpico.

Bersama Liverpool musim ini, Salah sudah menunjukkan performa yang oke. Dia membukukan 41 gol di semua ajang. Produktivitas golnya itu membuat banyak orang tercengang, apalagi dia dianggap kemahalan saat ditebus Liverpool seharga lebih dari 30 juta pound sterling.

Hal itu bukan tanpa alasan, Salah pernah gagal di Inggris saat memperkuat Chelsea. Dia lebih banyak dipinjamkan hingga akhirnya sukses di Italia.

Eks pemain Arsenal, Ian Wright, menilai bahwa Salah kini sudah sukses membuktikan diri. Kini, Roma disebut menghadapi Salah yang harganya naik tiga kali lipat.

“Ketika salah didatangkan dari Roma musim panas lalu dengan harga 34,3 juta pound sterling, beberapa orang bilang itu kemahalan, ada juga beberapa orang yang keheranan,” kata Wright di The Sun.

“Kita semua bertanya-tanya bagaimana sepakterjangnya setelah kesulitan mendapatkan kesempatan di Chelsea empat tahun lalu. Sekarang bisa dengan mudah mengatakan bahwa kita semua sudah mendapatkan jawaban.”

“Mo Salah yang dikenal Roma sangat baik adalah pesepakbola 30 juta pound sterling, yang membantu mereka finis kedua di Serie A musim lalu.”

“Tapi, pemain yang akan mereka hadapi malam ini adalah supertar dengan harga 100 juta pound sterling, yang bisa mengacak-acak mereka,” dia menambahkan.

Mohamed Salah Berambisi Bawa Liverpool Raih Gelar Liga Champions

Mohamed Salah Berambisi Bawa Liverpool Raih Gelar Liga Champions

Liverpool – Pemain Liverpool, Mohamed Salah, menginginkan gelar Liga Champions sebagai trofi pertamanya pertamanya bersama The Reds. Hal tersebut ia ungkapkan setelah menjadi pemain terbaik Premier League versi PFA.

“Ambisi pribadi saya adalah memenangi gelar bersama Liverpool. Saya selalu memikirkan gelar untuk klub, bukan gelar pribadi,” ujar Salah.

“Hal yang paling penting sebagai bagian dari klub ini adalah memenangi gelar bergengsi. Kami sudah mencapai babak semifinal, jadi sedikit lagi bisa meraih ambisi.”

Liverpool telah membantu banyak terhadap penampilan saya. Cara klub ini bermain membuat saya bisa memberikan penampilan terbaik,” ungkap pemain asal Mesir tersebut.

Mohamed Salah tampil prima pada musim perdananya bersama Liverpool. Ia telah mencetak 41 gol dari 46 penampilan bersama The Reds di seluruh kompetisi.

 

Liverpool akan berhadapan dengan AS Roma pada babak semifinal Liga Champions. The Reds menjadi satu di antara klub favorit peraih gelar Liga Champions pada musim 2017-18.

Conte: Final Piala FA Bukan Laga Saya vs Mourinho

Conte: Final Piala FA Bukan Laga Saya vs Mourinho

Conte: Final Piala FA Bukan Laga Saya vs Mourinho

London – Manajer Chelsea Antonio Conte menegaskan tidak ada lagi masalah dengan manajer Manchester United Jose Mourinho. Kedua tim akan berduel di final Piala FA.

Chelsea maju ke partai puncak setelah mengalahkan Southampton 2-0, Minggu (22/4/2018). Bertanding di Wembley, Eden Hazard memecah kebuntuan dengan mencetak gol di awal babak kedua sebelum Alvaro Morata memastikan kelolosan Chelsea dengan golnya di 10 menit terakhir.

MU lebih dahulu lolos setelah menundukkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Sementara itu, laga final akan pentas pada 19 Mei mendatang.

Pertandingan itu akan mempertemukan kembali Conte dangan Mourinho. Kedua manajer itu belum lama ini bersitegang dan adu mulut lewat media. Sekalipun akhir-akhir ini, hubungan mereka sudah mulai adem.

“Dengan Jose, kami sudah memiliki situasi yang jelas,” Conte mengungkapkan di ESPNFC. “Ini adalah yang paling penting. Tidak ada masalah antara dia dengan saya. Saya pikir final ini adalah pertandingan antara dua tim hebat: Manchester United dan Chelsea.”

“Kita sedang membicarakan tentang dua manajer dengan karakter yang kuat, dan dua pemenang. Ketika di pikiran Anda dan hati serta darah Anda ada keinginan untuk menang, sudah pasti, kami akan mencoba memenangi trofi ini. Manchester United juga ingin begitu.”

“Saya memiliki respek untuk riwayat United, untuk riwayat Mourinho. Mereka juga memiliki respek yang sama, saya pikir, untuk riwayat Chelsea, dan riwayat saya.”

Trofi Piala FA tinggal satu-satunya ajang yang bisa dimenangi MU dan Chelsea setelah gagal bersaing di Premier League dan Eropa. Kedua tim akan mencoba terhindar dari nirgelar di akhir musim.

Setelah Sembilan Tahun, Napoli Menang Lagi di Markas Juve

Setelah Sembilan Tahun, Napoli Menang Lagi di Markas Juve

Setelah Sembilan Tahun, Napoli Menang Lagi di Markas Juve

Turin – Napoli menang dramatis 1-0 atas Juventus berkat gol di penghujung laga. Hasil tersebut juga memutus catatan buruk Napoli di kandang Juve.

Napoli tampil luar biasa saat bertandang ke Allianz Stadium, Turin, Senin (23/4/2018) dini hari WIB. Partenopei unggul penguasaan bola mencapai 60 persen dan melepas 12 tembakan dengan empat yang mengarah ke gawang.

Juve pun seolah dibuat mati kutu oleh Napoli meski sejatinya bermain di kandang. Bianconeri cuma bisa menguasai bola sebanyak 40 persen dengan melepaskan empat tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang.

Napoli baru bisa memecah kebuntuan di menit ke-90. Gol kemenangan dari Kalidou Koulibaly datang usai menyambut tendangan sudut Jose Callejon dengan sundulan.

Tribun tamu di Allianz Stadium yang dipenuhi suporter Napoli pun pecah. Mereka bersorak, mengepalkan tangan ke udara, bahkan sampai menangis menyambut gol kemenangan itu.

Itu baru keriuhan di Allianz Stadium. Di kota Naples lebih meledak-ledak lagi. Seluruh suporter berkumpul di satu sudut kota Naples untuk merayakan dengan menyalakan kembang api dan nyebur ke kolam air mancur di Piazza Trieste e Trento.

Football Italia melaporkan bahwa suporter Napoli saat ini sudah berbondong-bondong menuju Bandara Capodichino di Naples untuk menyambut tim. Padahal, pesawat yang membawa skuat Napoli diperkirakan baru mendarat pukul 2 dini hari waktu setempat.

Kemeriahan di kota Naples bukan cuma karena Napoli berhasil memangkas jarak dengan Juve menjadi satu poin dan membuka lagi peluang Scudetto. Itu juga bentuk perayaan setelah sembilan tahun tak menang di kandang Juve.

Terakhir kali Napoli menang di markas Juve terjadi pada 1 November 2009 di ajang Serie A. Kala itu Napoli menang 3-2 sekaligus merusak hari ulang tahun Juventus. Secara khusus, ini juga kemenangan perdana Napoli sejak Juve menghuni Allianz Stadium.

“Dan sekarang kami akan menikmati kemenangan penting ini di stadion yang berat. Napoli belum pernah menang di sini dalam sembilan tahun, jadi saya sudah tahu para fans akan menciptakan kegaduhan di Napoli,” Insigne mengatakan kepada Sky Sport Italia.

“Kami tahu masih ada empat laga lagi dan kami tertinggal satu poin, kami tahu ini masih sulit. Kami harus menunggu Juve membuat kesalahan lain, tapi jika kami terpeleset, maka kemenangan ini akan sia-sia,” imbuhnya.

Wenger Mundur dari Arsenal, Winger MU Ungkapkan Kesedihan

Wenger Mundur dari Arsenal, Winger MU Ungkapkan Kesedihan

Manchester – Alexis Sanchez menjadi pemain Manchester United (MU) yang paling bersedih atas keputusan Arsene Wenger mundur sebagai manajer Arsenal. Sanchez sendiri memilih mengirim pesan pribadi kepada Wenger.

Pria asal Prancis itu memilih mundur dari kursi kepelatihan Arsenal pada Jumat (20/4/2018). Selama 22 tahun menangani Arsenal, Arsene Wenger mampu membawa dampak negatif untuk Meriam London. Dia tercatat sukses mempersembahkan 17 trofi juara, termasuk tiga gelar Premier League.

Tak hanya menghasilkan banyak trofi, Wenger juga mencetak banyak pemain bintang. Sebut saja Thierry Henry, Cesc Fabregas, Robin van Persie, hingga Hector Bellerin.

Sanchez yang pernah bermain di bawah asuhan Wenger saat berseragam Arsenal pada 2014 hingga Januari 2018 pun mengirim pesan pribadi.

“Saya mengirimi dia pesan singkat kemarin untuk mendoakannya yang terbaik (di sisa waktunya bersama Arsenal),” kata Sanchez seusai membawa Manchester United ke final Piala FA, dikutip dari Four Four Two.
Pemain Timnas Chile itu mengatakan, Wenger memberikan balasan pesan singkatnya. Sanchez mengklaim, Wenger senang mendapat pesan darinya.

“Saya tidak bisa mengatakan apa pun di media sosial namun saya memilih untuk mengirimi dia pesan singkat dan dia membalas kepada saya ‘terima kasih’,” ujarnya.

“Ini menyedihkan karena dia adalah legenda sepak bola yang bersejarah. Saya selalu tekankan bahwa dia adalah seorang gentleman dan master sepak bola, dia banyak mengajari saya soal respek dan untuk menjadi profesional. Saya hanya bisa berterima kasih kepada dia,” ucap Sanchez.


Secara keseluruhan, Arsene Wenger telah memimpin Arsenal dalam 1.228 pertandingan. Dari jumlah tersebut, Arsenal memetik 704 kemenangan, 279 kali imbang, dan kalah dalam 245 laga.

Satria Muda Akui Buruk di Start, Janji Habis-habisan di Laga Penentuan

Satria Muda Akui Buruk di Start, Janji Habis-habisan di Laga Penentuan

Satria Muda Akui Buruk di Start, Janji Habis-habisan di Laga Penentuan

Jakarta – Satria Muda Pertamina gagal mengunci gelar di laga kedua final Indonesia Basketball League (IBL) 2018. Start buruk diakui bikin pertandingan jadi berat.

Pada laga kedua yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Sabtu (21/4/2018), Satria Muda kalah start sejak kuater pertama. Mereka pun harus mengakui keunggulan Pelita Jaya dengan skor 78-94.

Padahal di laga pertama mereka tampil baik. Pelatih Satria Muda Youbel Sondakh mengamini jika timnya memang tidak siap sejak awal dan telat panas.

“Kami mungkin kurang siap di kuarter awal, baru kuarter dua dan tiga bangkit. Padahal start itu paling penting. Sama seperti di Britama Arena kemarin, di kuarter pertama anak-anak melakukan hal yang bagus, jadi selanjutnya enak. Itu memang kunci banget,” kata Youbel dalam jumpa persnya.

“Ya, Puji Tuhan seriesnya belum habis. Masih ada satu lagi besok. kami bakalan kasih yang terbaik untuk esok hari. Memang Pelita Jaya sangat bagus di kuarter pertama. Mereka sukses mencetak 36 poin. Ini yang akan kami evaluasi besok,” ujarnya kemudian.

Hardianus yang pada laga pertama tampil meyakinkan dengan 12 poin, pada game kedua dia tak mampu berkutik dengan hanya mencetak 4 poin. Dari lima percobaan lima tembakan hanya sukses memasukkan 1 kali.

“Kami masih kurang kerja kerasnya, kami kurang segalanya. Kami akan perbaiki itu besok,” kata Hardianus.

“Semua tahu semua ingin menang dan yang saya lakukan ingin menang. Tapi mungkin saya kurang kontrol, jadi game selanjutnya akan lebih saya kontrol,” Hardianus menyoal tensi tinggi dalam dua laga belakangan.

Youbel memaklumi kondisi tensi tinggi dari kedua tim. Menurutnya hal itu wajar apalagi punya ambisi yang sama.

“Wajar sih saya bilang final pasti seperti ini. Jika final tidak seperti ini bukan final, sama saja seperti seri. Cuma ditambahin saja smart-nya. Masalah kerasnya no problem,” tutur Youbel.

Satria Muda masih memiliki satu kesempatan jika ingin menjuarai IBL tahun ini. Youbel siapakan strategi.

“Intinya, besok sudah all out. Apapun akan kami lakukan untuk bisa angkat piala. Jadi mental, fisik, apa segala macam, jika mereka mau, feel-nya ada. Itu yang akan kami kejar,” kata Youbel.

Messi dan Iniesta Sudah Punya 31 Trofi di Barca

Messi dan Iniesta Sudah Punya 31 Trofi di Barca

Messi dan Iniesta Sudah Punya 31 Trofi di Barca

Madrid – Dari awal Barcelona mulai mencuat lagi di Eropa, cuma tinggal Lionel Messi dan Andres Iniesta yang tersisa. Kini keduanya sudah punya total 31 trofi bersamaan.

Trofi terakhir yang direbut keduanya adalah Copa del Rey usai Barca mengalahkan Sevilla lima gol tanpa balas di final, Minggu (22/4/2018) dinihari WIB tadi. Messi dan Iniesta sama-sama mencatatkan namanya di papan skor.

Bahkan Messi menyempurnakan performanya itu lewat sumbangan dua assist. Kini keduanya total sudah mengumpulkan 31 trofi sejak keduanya main bareng di tahun 2004. Bisa dibilang di tahun itulah Barca mulai menunjukkan kukunya lagi di Spanyol dan Eropa hingga seperti yang kita lihat saat ini.

La Liga adalah trofi pertama keduanya yang direbut pada musim 2004/2005 saat masih dilatih Frank Rijkaard. Yang Piala Super Spanyol di tahun yang sama plus trofi La Liga dan Liga Champions di akhir musim 2005/2006.

Rinciannya adalah delapan trofi La Liga, enam trofi Copa del Rey, empat trofi Liga Champions, tujuh trofi Piala Super Spanyol, tiga trofi Piala Super Eropa, dan tiga trofi Piala Dunia Antarklub.

Torehan trofi kedua pemain paling senior di Barca saat ini tersebut bisa bertambah jika Barca mampu menyegel titel La Liga musim ini. Namun, bisa jadi juga trofi La Liga bakal jadi yang terakhir untuk Iniesta bersama Barca.

Pasalnya masa depan Iniesta sedang dispekulasikan menyusul keinginannya hengkang. Klub China, Chongqing Lifan, tengah mendekati pemain 33 tahun tersebut.

“Saya akan mengumumkkan di depan publik pekan ini,” ujar Iniesta soal masa depannya.

“Di sini melibatkan banyak emosi, perasaan, setelah bertahun-tahun lamanya – saya mampu membentuk image dan meraih titel. Hari ini orang-orang pantas mendapatkannya,” sambungnya seperti dikutip Mundo Deportivo.

“Saya sangat senang baik di level pribadi maupun klub. ada ikatan emosional yang kuat, rasa sayang, dan hormat dari orang-orang yang sangat saya syukuri. Seperti saya bilang, saya akan mencoba merebut lagi trofi liga.”

“Saya akan membuat keputusannya pekan ini, sebagai pribadi maupun atlet. Kepedulian orang lain kepada saya tiada ternilai harganya,” tutup Iniesta yang berstatus kapten Barca saat ini dengan Messi sebagai wakilnya itu.

Salah Tambah Pundi Gol, Liverpool Malah Ditahan West Brom

Salah Tambah Pundi Gol, Liverpool Malah Ditahan West Brom

Liverpool – Liverpool tertahan saat melawat ke markas West Bromwich Albion (WBA) pada lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di Stadion Hawthorns, Sabtu (21/4/2018). Mohamed Salah kembali menambah pundi-pundi golnya di laga yang berakhir 2-2 ini.

Liverpool langsung tancap gas saat pertandingan baru berjalan 4 menit. Danny Ings mencetak gol untuk Liverpool usai mendapatkan umpan pendek dari Georginio Wijnaldum.
Kerjasama apik Wijnaldum dan Sadio Mane menjadi inspirasi kemenangan ini. Gol yang membuat Liverpool unggul 1-0 ini semuanya dimulai dari tendangan sudut.

Gol ini begitu bernilai bagi Ings. Soalnya dia terakhir kali cetak gol untuk Liverpool pada Oktober 2015 lalu. Pada menit ke-24, Liverpool kembali dapatkan peluang lewat Ings namun sundulannya masih melambung di atas mistar gawang.

West Brom sendiri bukan tanpa peluang. Di menit ke-38, Rodriguez nyaris cetak gol tapi dia tak mampu jangkau umpan tarik McClean.

Hingga pertandingan babak pertama berakhir, skor 1-0 untuk Liverpool tetap bertahan.
Tak ada pergantian pemain untuk kedua tim saat babak kedua bergulir. Salah membuka peluang Liverpool di menit ke-48.

Namun tembakan salah masih bisa diblok Kieran Gibbs sehingga membuat West Brom tidak kebobolan. Liverpool melakukan dua pergantian di menit ke-66. Firmino dan Chamberlain dimainkan untuk gantikan Mane dan Ings.

Pergantian ini cukup ampuh karena Liverpool sukses menambah gol lewat Salah. Striker asal Mesir itu sukses cetak gol di menit ke-72 usai memanfaatkan umpan terukur dari Chamberlain.

Ketinggalan 0-2, West Brom tidak menyerah. Secara mengejutkan, West Brom sukses memperkecil skor menjadi 1-2 lewat J Livermore. Dia manfaatkan bola rebound dari tangkapan Loris Karius.

Gol West Brom ini membuat Liverpool menarik Salah dan diganti Dejan Lovren. Liverpool mencoba untuk pertahankan keunggulan.

Namun petaka terjadi di menit ke-88. Lewat skema tendangan bebas, Salomon Rondon membuat West Brom paksa skor 2-2 melawan Liverpool lewat sundulannya.

Hingga pertandingan berakhir skor 2-2 antara Liverpool lawan West Brom tetap bertahan.