Tak Dapat Visa, Alexis Sanchez Belum Bisa Ikut MU ke Amerika Serikat

Tak Dapat Visa, Alexis Sanchez Belum Bisa Ikut MU ke Amerika Serikat

Tak Dapat Visa, Alexis Sanchez Belum Bisa Ikut MU ke Amerika Serikat

Jakarta – Alexis Sanchez harus ditinggalkan rombongan Manchester United yang berangkat untuk tur pramusim ke Amerika Serikat. Sanchez tak dapat visa untuk masuk AS.

Skuat MU telah berangkat untuk tur AS dari bandara Manchester hari Minggu (15/7/2018) lalu. Tapi Sanchez tak bisa bergabung dengan mereka karena terganjal masalah visa.

Problem ini muncul karena penyerang internasional Chile itu pada Februari lalu menerima hukuman 16 bulan penjara, atas kasus penggelapan pajak di Spanyol. Meski tak harus benar-benar menjalani hukuman kurungan atas kasus tersebut, tapi itu cukup untuk membuatnya tak mendapatkan visa AS.

Di bawah aturan hukum AS, tak ada satupun orang yang dinyatakan bersalah atas penipuan/penggelapan bisa mendapatkan visa untuk masuk AS. Demikian dilaporkan BBC.

Namun demikian, saat ini Sanchez dan pengacaranya diyakini tengah berusaha mendapatkan Waiver atau semacam izin khusus untuk masuk AS.

Dalam program ini, pemerintah AS mengizinkan warga dari sejumlah negara tertentu untuk masuk tanpa visa selama 90 hari dengan maksud berwisata, bisnis, atau sekadar transit.

MU sendiri akan membuka tur pramusim mereka dengan menghadapi Club America di University of Phoenix Stadium, Arizona pada Kamis (19/7) mendatang. Selanjutnya mereka akan berhadapan dengan San Jose Earthquakes, AC Milan, Liverpool, dan Real Madrid selama di negeri Paman Sam.

‘Setan Merah’ menutup tur pramusim dengan menghadapi Bayern Munich di Allianz Arena.

Lalu Persainganmu dengan Messi Bagaimana, Ronaldo?

Lalu Persainganmu dengan Messi Bagaimana, Ronaldo?

Image result for ronaldo dan messi

Jakarta – Cristiano Ronaldo meninggalkan Real Madrid dan La Liga untuk hijrah ke Juventus dan bertualang di Serie A. Berakhirkah persaingan Ronaldo – Lionel Messi?

Ronaldo diboyong Juventus di musim panas ini dengan nilai 100 juta euro. Transfer ini otomatis mengakhiri perjalanan sembilan musim bintang Portugal itu bersama Madrid di La Liga.

Kepergian Ronaldo dari La Liga juga berarti satu hal, kini Messi tak ada pesaing lagi di kompetisi tersebut. Selain itu, laga El Clasico antara Madrid dan Barcelona pun bakal terasa berbeda karena tak ada bumbu rivalitas antara kedua pemain pemilik lima Ballon d’Or ini.

Ronaldo pribadi menegaskan tak pernah menganggap pemain lain sebagai rival. Hanya saja dia meyakini perbandingannya dengan Messi masih akan terus berjalan kendati kini di liga yang berbeda.

“Saya tak melihat pemain-pemain lain sebagai rival. Bukan begitu cara saya hidup. Tentu saja kami sama-sama ingin menang. Kami akan mencoba memenangi semua pertandingan,” kata Ronaldo dilansir FourFourTwo.

“Merupakan tantangan besar, tentu saja, untuk menjadi yang terbaik dan bermain sebaik mungkin. Itu adalah tantangan yang sangat menarik menurut saya.”

“Semua orang berbicara soal rivalitas saya dengan Messi, tapi tentu saja kami akan bermain untuk pertandingan kami masing-masing. Semua orang berjuang untuk klub mereka sendiri dan saya akan melakukan hal yang sama.”

“Pada akhirnya kita akan melihat siapa yang terbaik,” imbuh Ronaldo.

Daniele De Rossi Tak Yakin Cristiano Ronaldo Sukses Bersama Juventus

Daniele De Rossi Tak Yakin Cristiano Ronaldo Sukses Bersama Juventus

Daniele De Rossi menilai kalau Cristiano Ronaldo akan sulit mengantarkan Juventus meraih kejayaan di Eropa. Juventus dan Cristiano Ronaldo membutuhkan waktu beradaptasi untuk bisa saling memahami pada musim mendatang.

De Rossi mengakui kalau kedatangan Cristiano Ronaldo turut mengangkat pamor Serie A yang redup pada beberapa musim terakhir. De Rossi menyimpan harapan kalau Ronaldo bisa membuat Serie A kembali menjadi pusat perhatian dunia.

“Tentu ini sebuah keuntungan untuk Italia, tapi di atas itu semua untuk Juventus yang membawanya ke sini. Mereka akan mengawali musim dengan dua atau tiga langkah lebih baik. Memenangi tujuh Scudetto berarti Anda melakukan segalanya dengan baik. Itu artinya Anda menguasai liga,” ujar Daniele de Rossi kepada Roma TV.

“Membeli satu di antara dua pemain terbaik di dunia memiliki arti tujuannya menjadi lebih tinggi. Namun, ia harus beradaptasi dan tim juga harus beradaptasi dengannya. Tidak segalanya terrtulis, bahkan jika mereka sebuah tim yang sudah memiliki keuntungan menjadi yang lebih baik dari yang lain.”

“Sekarang bersamanya, tujuannya adalah Liga Champions. Namun, tidak tertulis apakah mereka akan menang di Eropa. Yang ada hanya apakah mereka akan kembali menjuarai liga,” ungkap De Rossi.

Bergabungnya Cristiano Ronaldo ke Juventus menimbulkan anggapan raksasa Italia itu tak hanya ingin menguasai sepak bola Italia seperti yang sudah mereka lakukan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi juga menguasai sepak bola Eropa. Namun, gelandang senior AS Roma, Daniele De Rossi, meragukan hal tersebut bisa terwujud dan menganggap kedatangan Ronaldo menimbulkan pertanyaan apakah Juventus masih bisa kembali menjadi penguasa di Italia.

Cristiano Ronaldo bergabung ke Juventus dengan durasi kontrak empat tahun senilai 112 juta euro atau sekitar Rp1,8 triliun. Transfernya ke Juventus pada musim panas ini menjadi satu transfer yang paling panas dan menjadi pembicaraan.

Band Punk Pussy Riot Sang Penyusup Final Piala Dunia 2018

Band Punk Pussy Riot Sang Penyusup Final Piala Dunia 2018

Band Punk Pussy Riot Sang Penyusup Final Piala Dunia 2018

Jakarta – Final Piala Dunia 2018 direcoki dengan aksi suporter yang masuk lapangan. Mereka ternyata sebuah bank punk asal Rusia bernama Pussy Riot.

Reuters menyebutkan ada empat orang suporter masuk lapangan di babak kedua pertandingan final Piala Dunia 2018 antara Prancis vs Kroasia. Berhasil menerobos pengamanan, mereka berlari sampai ke tengah lapangan di antara para pemain.

Aksi keempat suporter penerobos itu tak berlangsung lama. Mereka langsung bisa diamankan di diseret keluar.

Beberapa saat setelah kejadian itu bank punk Pussy Riot mengklaim bertanggung jawab. Mereka menerobos masuk lapangan bukan sekadar iseng atau mencari sensasi, tapi membawa agenda politik tertentu.

Band tersebut dikenal vokal menyuarakan berbagai isu sosial, mulai dari LGBT, Anti-Putin, tentang kediktatoran dan lain sebagainya. Final Piala Dunia menjadi ajang sempurna Pussy Riot mengambil perhatian.

Mnerobos ke lapangan, mereka terdiri dari tiga wanita dan satu laki-laki menggunakan kostum polisi. Ada satu orang yang sempat tos dengan Kylian Mbappe, sementara penerobos lainnya dihadang Dejan Lovren.

Melalui akun media sosialnya, Pussy Riot mengirimkan pesan sekaligus tuntutan terkait aksi yang mereka lakukan.

Asapi Rossi, Marquez Menang Lagi di MotoGP Jerman

Asapi Rossi, Marquez Menang Lagi di MotoGP Jerman

Jakarta Marc Marquez masih belum terbendung di Sirkuit Sachsenring. Jagoan Repsol Honda itu menjuarai MotoGP Jerman 2018 setelah mengungguli dua pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi dan Maverick Vinales, Minggu (15/7/2018).

Ini menjadi kemenangan kesembilan kali beruntun Marquez di Sirkuit Sachsenring. Dia juga makin kokoh di klasemen pembalap MotoGP.

Memulai balapan dari pole position, Marquez justru melakukan start buruk. Dia melorot ke urutan tiga. Jorge Lorenzo melesat begitu bendera start dikibarkan, disusul Danilo Petrucci.

Namun Marquez cuma butuh lima lap saja untuk menyalip Petrucci dan berada di posisi dua. Pria Spanyol itu kemudian langsung meneror Lorenzo.

Usaha keras Marquez akhirnya membuahkan hasil pada lap 13. Marquez menyalip Lorenzo dan memimpin balapan. Sedangkan Rossi sudah berada di urutan tiga dan membayangi Lorenzo.

Lorenzo akhirnya malah makin melorot ke urutan tiga. Rossi menyalip Lorenzo pada lap 16. Rossi bisa naik ke urutan dua akibat kesalahan Lorenzo yang melebar di tikungan sembilan.

Melesat

Rossi lantas coba mendekati Marquez. Akan tetapi Marquez tak memberi ampun. Pemilik nomor 93 ini terus melesat meninggalkan Rossi hingga berjarak lebih dari dua detik. Marquez tidak lagi terkejar hingga garis finis.

Pertarungan sengit justru terjadi untuk memperebutkan tempat terakhir di podium. Petrucci dan Maverick Vinales bersaing ketat. Vinales yang akhirnya berhasil naik podium mendampingi Marquez dan Rossi. Sedangkan Lorenzo terus melorot hingga akhirnya finis posisi enam.

Hasil Lengkap

1. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 41m 5.019s

2. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha (YZR-M1) 41m 7.215s

3. Maverick Viñales ESP Movistar Yamaha (YZR-M1) 41m 7.795s

4. Danilo Petrucci ITA Pramac Ducati (GP18) 41m 8.395s

5. Alvaro Bautista ESP Angel Nieto Team (GP17) 41m 10.202s

6. Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (GP18) 41m 10.799s

7. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP18) 41m 12.960s

8. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 41m 17.730s

9. Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 41m 19.447s

10. Bradley Smith GBR Red Bull KTM Factory (RC16) 41m 26.493s

11. Hafizh Syahrin MAL Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1)* 41m 30.828s

12. Andrea Iannone ITA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 41m 30.982s

13. Tito Rabat ESP Reale Avintia (GP17) 41m 34.059s

14. Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP17) 41m 34.344s

15. Scott Redding GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 41m 39.142s

16. Stefan Bradl GER EG 0,0 Marc VDS (RC213V) 41m 43.226s

17. Thomas Luthi SWI EG 0,0 Marc VDS (RC213V)* 41m 54.388s

18. Karel Abraham CZE Angel Nieto Team (GP16) 42m 6.04

Tinggi Badan Minimalis Tak Bikin Modric Minder

Tinggi Badan Minimalis Tak Bikin Modric Minder

Image result for modric

Moskow – Kapten timnas Kroasia, Luka Modric, menjadi liliput di di antara rekan-rekannya. Dia sih mengabaikannya.

Kroasia menjadi salah satu tim terjangkung di Piala Dunia 2018. Berdasarkan studi yang dilakukan International Center for Sports Studies, pemain Kroasia rata-rata berpostur 184.9 cm.

Dengan rata-rata itu, Kroasia menjadi tim dengan pemain tinggi kelima. Mereka kalah dari Serbia (185.6 cm), Swedia (185.2 cm), serta Islandia dan Denmark (185 cm).

Kapten tim, Modric, justru memiliki tinggi badan di bawah rata-rata itu. Tinggi badannya ‘hanya’ 172 centimeter.

Dengan tinggi badan itu, dia pun tampak mungil di antara pemain Kroasia lainnya. Sebut saja Mario Mandzukic yang tingginya mencapai 190 cm dan bek Dejan Lovren 188 cm.

“Sejujurnya, tak ada yang perlu dikatakan sih. Saya tak pernah meragukan diri saya sendiri,” kata Modric seperti dikutip Dhakatribune.

“Saya selalu yakin saya mampu berada di sini. Saya membuktikan kalau kalian tak perlu menjadi pemain jangkung dan besar untuk bermain bola,” ujar Modric.

Di Piala Dunia 2018 ini, Modric membuat dua gol, dua-duanya dari kaki kanan, dan satu assist. Dia menjelajah sejauh 63 km dalam 604 menit dari enam pertandingan.

Modric telah emngantarkan kroasia ke babak final Piala Dunia 2018. Mereka akan berebut trofi juara dengan Parcnis di Stadion Luzhniki, Minggu (15/8/2018) mulai pukul 22.00 WIB.

Arsenal Kembali Incar Pemain Liga Italia

Arsenal Kembali Incar Pemain Liga Italia

Jakarta Arsenal terus membenahi skuatnya untuk menghadapi musim 2018-2019. Meriam London kembali berencana merekrut pemain dari Liga Italia.

TMW melaporkan Arsenal saat ini sedang berusaha merekrut pemain Sampdoria lainnya yakni gelandang Dennis Praet. Arsenal sudah bertanya kepada Sampdoria mengenai kemungkinan merekrut Praet.

Harga Praet tidak terlalu mahal. Arsenal cukup menebusnya sebesar 23 juta pound sesuai klausul pelepasan yang dipatok Sampdoria.

Sampdoria sudah sangat untung menjual Praet 23 juta pound. Il Samp membeli pemain 24 tahun itu dengan harga setengahnya dari Anderlecht pada 2016.

Peluang Arsenal merekrut Praet cukup besar. Hubungan Arsenal dengan Sampdoria tengah lengket. Mereka baru saja merekrut gelandang Sampdoria Lucas Torreira.

Aktif Belanja

Arsenal sangat sibuk di bursa transfer musim panas 2018. Kehadiran manajer baru Unai Emery membuat Arsenal membeli beberapa pemain.

Beberapa pemain yang sudah berhasil didatangkan Arsenal adalah kiper Bernd Leno, bek kanan Stephen Lichtsteiner, bek tengah Sokratis Papastathopoulos, Torreira serta gelandang Matteo Guendouzi.

Dovizioso Punya Kunci Habisi Marquez di MotoGP Jerman

Dovizioso Punya Kunci Habisi Marquez di MotoGP Jerman

Andrea Dovizioso berhasrat mengakhiri dominasi rider Repsol Honda Team, Marc Marquez di MotoGP Jerman yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Minggu (15/7/2018).

Marquez merupakan raja di MotoGP Jerman. Sejak melakukan debut di MotoGP pada 2013, dia selalu memenangkan balapan di Sirkuit Sachsenring.

Sebelum Marquez, Pedrosa juga memangkan tiga balapan di Sirkuit Sachsenring. Artinya, sudah delapan musim, Honda merajai MotoGP Jerman.

Untuk mengakhiri kejayaan Marquez di MotoGP Jerman, Dovizioso sudah memiliki keunggulan. Pada sesi latihan bebas kedua, Jumat (13/7/2018), Dovizioso unggul 0,040 detik dari pembalap asal Spanyol tersebut, yang berada di urutan kelima.

“Kami sudah lebih baik dari tahun lalu. Saya senang karena kami bisa meningkatkan hal-hal kecil dan menciptakan pondasi yang bagus sejak awal,” kata Dovizioso, dikutip dari Crash.

“Tahun ini, kami memulai dengan basis yang bagus. Kita sudah lebih dekat dengan Marquez. Tahun lalu, dia benar-benar cepat, tahun ini kami bisa menyainginya,” ujar rider MotoGP asal Italia itu menambahkan.

Rider berusia 32 tahun tersebut menyebut salah satu faktor kunci untuk menyudahi kejayaan Marquez di Sirkuit Sachsenring. Dia akan menghemat ban belakang.

“Balapan bakal berjalan sangat sulit karena konsumsi ban belakang sangat tinggi, lebih sulit dari tahun lalu. Agar tetap cepat selama 30 putaran dengan ban belakang, saya akan gunakan ban berbeda,” ucapnya.

“Saya harus tetap sabar saat balapan. Kami sudah menemukan beberapa hal positif. Namun secara keseluruhan, kecepatan kami bagus,” kata Dovizioso melanjutkan.

Belgia Punya Kewajiban Pecundangi Inggris

Belgia Punya Kewajiban Pecundangi Inggris

Belgia akan melawan Inggris di Saint Petersburg Stadium dalam partai perebutan juara tiga Piala Dunia 2018, Sabtu (14/7). Belgia siap memberikan yang terbaik demi meraih kemenangan.

Belgia harus menang. Menurut gelandang Axel Witsel, ini adalah tugas terakhir mereka di Piala Dunia 2018 di Rusia.

“Piala Dunia ini adalah memori terbaik saya dengan Red Devils. Saya rasa Belgia akan menjadi salah satu favorit di EURO berikutnya,” kata Witsel, seperti dilansir FIFA.

“Kami punya kewajiban untuk finis peringkat tiga demi negara, tim dan para pemain. Kesempatan untuk bermain di Piala Dunia seperti ini tak datang setiap hari.”

“Walau malam setelah semifinal sangat berat, kami tetap termotivasi. Untuk di momen seperti ini ada keluarga yang mendampingi kami.”

Belgia dan Inggris sama-sama berasal dari Grup G Piala Dunia 2018, serta sama-sama gagal ke final. Di babak empat besar, Belgia dikalahkan Prancis 0-1, sedangkan Inggris kalah 1-2 melawan Kroasia lewat extra time.

Di penyisihan grup, Belgia mengalahkan Inggris 1-0 lewat gol tunggal Adnan Januzaj. Kali ini Belgia termotivasi untuk kembali menang.

Belgia bakal kembali bertumpu salah satunya kepada kapten Eden Hazard.

“Eden Hazard tak pernah menurunkan standarnya untuk urusan sikap dan level sepakbola. Dia pemimpin yang hebat dan merupakan salah satu pemain paling komplet,” kata pelatih Roberto Martinez.

“Kami hanya ingin mengakhiri Piala Dunia ini dengan perasaan senang. Kami akan memberikan segalanya demi mencapainya.”

“Finis peringkat tiga untuk pertama kalinya dalam sejarah Belgia akan menjadi sebuah prestasi yang memuaskan.”

Statistik-statistik yang melatarbelakangi pertandingan ini:

– Belgia belum sekalipun clean sheet dalam 14 pertandingan yang sudah mereka mainkan di babak knockout Piala Dunia, kebobolan total 30 gol. Itu merupakan streak terpanjang dalam sejarah kompetisi ini.

– Finis peringkat tiga akan menjadi pencapaian terbaik Belgia di Piala Dunia.

– Itu akan melampaui pencapaian terbaik Belgia sebelumnya, ketika finis peringkat empat di Meksiko 1986.

– Finis peringkat tiga juga akan menjadi pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia yang digelar di negara asing. Prestasi terbaik Three Lions di luar Inggris sebelumnya adalah ketika finis peringkat empat di Italia 1990.

– Hanya Belgia (14 gol) yang sudah mencetak lebih banyak gol daripada Inggris (12 gol) di Piala Dunia 2018. Kroasia juga 12 gol.

3 Kekuatan Kroasia demi Catat Sejarah di Piala Dunia 2018

3 Kekuatan Kroasia demi Catat Sejarah di Piala Dunia 2018

Jakarta Kroasia bakal menjalani laga penting melawan Prancis pada final Piala Dunia 2018, di Stadion Luzhniki, Moskow, Minggu (15/7/2018). Ini merupakan kali pertama Vatreni (julukan Kroasia) tampil di final Piala Dunia.

Kroasia menjalani Piala Dunia dengan cukup mulus. Pada fase grup, Luka Modric dan kawan-kawan menyapu bersih kemenangan, termasuk saat menghadapi Argentina.

Tantangan bagi Kroasia baru terjadi pada fase gugur. Tim asuhan Zlatko Dalic itu dipaksa bermain hingga adu penalti melawan Denmark pada babak 16 besar dan tuan rumah Rusia pada perempat final.

Selanjutnya, Kroasia kembali mendapat tantangan berat menghadapi Inggris. Sempat tertinggal 0-1, Kroasia akhirnya bisa mengalahkan Inggris melalui waktu tambahan 2×15 menit.

Kini, Kroasia di ambang sejarah bagi negara mereka. Para pemain Kroasia ingin merasakan indahnya meraih trofi Piala Dunia.

Generasi emas yang dipimpin Modric itu sudah melampaui catatan para seniornya. Pada Piala Dunia 1998, Davor Suker (sekarang Presiden Federasi Sepak Bola Kroasia) dan kawan-kawan yang menjalani debut di Piala Dunia berhasil menempati peringkat ketiga.

Berikut ini adalah tiga modal berharga Kroasia demi mencetak sejarah di Piala Dunia.

1. Kolektivitas dan motivasi

Pelatih Zlatko Dalic telah melakukan sesuatu yang sangat luar biasa. Atmosfer di dalam maupun luar lapangan tim Kroasia sangat baik, seperti yang banyak dikatakan para pemainnya.

Mereka bersatu layaknya sebuah keluarga yang hangat. Para pemain berjuang mati-matian di lapangan. Terbukti, Kroasia melalui tiga kali babak tambahan waktu sebelum akhirnya melaju ke partai puncak.

2. Karakter dan mental baja

Kroasia menjalani laga-laga berat sejak lolos dari fase grup. Bayangkan, mereka selalu tertinggal dari lawan-lawan yang dihadapi.

Kroasia harus melalui dua kali drama adu penalti dan sekali hingga waktu tambahan berakhir. Semuanya berhasil dilalui Vatreni dengan susah payah.

Butuh karakter kuat dan mental baja untuk menyamakan skor dan membalikkan keadaan. Sang kapten, Modric, mengatakan Kroasia menunjukkan karakter yang sesungguhnya.

Kini, tantangan selanjutnya ada di depan mata. Kroasia harus mengalahkan Prancis, sesuatu yang belum pernah dilakukan mereka dalam lima kali pertemuan dengan Les Blues.

3. Pengalaman

Luka Modric merupakan kapten sekaligus pemimpin Kroasia di Piala Dunia 2018. Pengalaman Modric bersama Real Madrid turut membantunya menjadi pemimpin tim di Kroasia.

Selain Modric, Kroasia juga memiliki beberapa pemain lain yang bermain di klub besar, seperti Ivan Rakitic (Barcelona), Ivan Perisic (Inter Milan), Mario Mandzukic (Juventus), ataupun Dejan Lovren (Liverpool).

Dengan rataan usia pemain, 27 tahun 10 bulan, Kroasia memiliki pengalaman dan kepercayaan diri tinggi. Pasalnya, para pemain utama Kroasia mayoritas pilar utama di klubnya masing-masing.