De Gea Pede Spanyol Juara Piala Dunia

De Gea Pede Spanyol Juara Piala Dunia

Jakarta – Kiper Timnas Spanyol, David De Gea, mengaku optimistis timnya bisa memenangi Piala Dunia 2018. Menurut De Gea, Tim Matador memiliki apa yang dibutuhkan untuk jadi yang terbaik.

Spanyol bisa dikatakan tengah terpuruk dalam empat tahun terakhir. Mereka yang menjadi juara Piala Dunia 2010 gagal berprestasi di ajang Piala Dunia 2014 dan Euro 2016.

Namun, semenjak dilatih Julen Lopetegui, ada angin segar menghampiri Spanyol. Skuat La Furia Roja berhasil menembus turnamen final Piala Dunia 2018 setelah tampil impresif di babak kualifikasi Zona Eropa.

De Gea berharap agar tahun ini bisa menjadi tahunnya Spanyol. “Saya sangat antusias untuk segera bermain di Piala Dunia,” buka De Gea kepada MUTV.

De Gea pribadi berharap bahwa turnamen ini bisa berakhir dengan bahagia untuk negaranya.

“Saya punya harapan yang tinggi dan saya sudah tidak sabar untuk bermain di Piala DUnia. Kami memiliki tim yang sangat hebat dengan pemain-pemain top di dalamnya.”

“Kami berhasil lolos setelah tampil mengesankan di babak kualifikasi. Jadi kami akan menikmati Piala Dunia ini dari pertandingan ke pertandingan dan mencoba tampil sebaik mungkin. Semoga saja kami punya kesempatan untuk melaju jauh dan mungkin memenangi Piala Dunia.” tandas kiper 27 tahun tersebut.

Timnas Spanyol sendri bisa dikatakan tidak perlu mengkhawatirkan pos penjaga gawang mereka. Pasalnya De Gea sudah teruji sebagai salah satu kiper terbaik dunia saat ini.

Musim ini ia memenangi trofi sarung tangan emas di Liga Inggris setelah menjadi kiper dengan jumlah clean sheets terbanyak dalam satu musim. Selain itu, dia juga memenangi penghargaan sebagai pemain terbaik Manchester United pilihan fans dan pemain musim ini.

Timnas Mesir Dapat Kabar Baik soal Cedera Mohamed Salah

Timnas Mesir Dapat Kabar Baik soal Cedera Mohamed Salah

Kabar baik bagi Timnas Mesir setelah penyerang andalan mereka dinyatakan bisa tampil sejak awal di Piala Dunia 2018 di Rusia. Pemulihan cedera Mohamed Salah tidak akan memakan waktu lebih dari tiga pekan.

Mohamed Salah mengalami cedera bahu ketika membela Liverpool di final Liga Champions lalu melawan Real Madrid. Awalnya, kondisi pemain berusia 25 tahun itu sempat diragukan untuk turun di partai perdana di Piala Dunia 2018.

Namun, Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) menyatakan Mohamed Salah akan bugar lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Tanpa Mohamed Salah tentu akan menjadi kerugian bagi Timnas Mesir dalam mengarungi turnamen sebesar Piala Dunia.

Seperti dilansir The Guardian, Presiden EFA Hani Abu Reda dan Pelatih Timnas Mesir, Hector Cuper, serta dokter Mohamed Abou El-Ela sudah bertemu dengan Salah, Rabu waktu setempat, di Valencia. Salah diketahui menjalani perawatan dan rehabilitasi di Spanyol.

Dalam sebuah unggahan di laman Facebook EFA menyebutkan, program untuk Mohamed Salah telah dibuat. Hal itu dilakukan agar mantan pemain AS Roma tersebut maksimal dalam proses pemulihan.

“Delegasi tim nasional telah di-briefing mengenai program pemulihan untuk Salah, yang berjalan baik sekali dan dia bertekad bergabung dengan skuad pada Piala Dunia,” tulis pernyataan EFA.

“Selain tekad pemain besar itu untuk menyusul rekan-rekan satu timnya. Mohamed Abou El-Ela mengungkapkan periode absen Salah, karena cedera tidak akan melewati tiga pekan,” kata dia.

Pertandingan pertama Timnas Mesir pada Piala Dunia akan berlangsung pada 15 Juni melawan Uruguay. Kemudian disusul melawan tuan rumah Rusia empat hari kemudian.

Terakhir, Timnas Mesir bakal berhadapan dengan Arab Saudi pada 25 Juni nanti dalam laga terakhir fase grup. Kehadiran Salah tentu akan meningkatkan motivasi rekan-rekan setimnya.

Ibunda Cristiano Ronaldo Pilih MU ketimbang PSG

Ibunda Cristiano Ronaldo Pilih MU ketimbang PSG

Ibunda Cristiano Ronaldo, Dolores Aveiro, ingin putranya itu kembali membela Manchester United (MU). Namun, Ronaldo sebelumnya dikaitkan dengan kepindahan ke Paris Saint-Germain (PSG).

Spekulasi beredar mengenai masa depan Cristiano Ronaldo di Real Madrid musim panas nanti. Pernyataan Ronaldo setelah final Liga Champions lalu memicu rumor kepindahannya dari Los Blancos.

Ini bukan kali pertama Ronaldo dikabarkan bakal menyeberang ke PSG. Ibunda Cristiano Ronaldo sendiri menyukai Kota Paris, tapi tidak setuju anaknya hengkang.

“Saya menyukai Paris. Saya sering datang ke sana. Terakhir ketika anak saya menerima Ballon d’Or,” ungkap Dolores, seperti dilansir Tribal Football.

“Itu benar-benar membanggakan, ketika saya tiba, saya diperlakukan dengan sangat baik oleh semua orang,” tuturnya.

Mengenai masa depan Ronaldo, Dolores menyerahkan keputusan kepada putra bungsunya itu. Namun, Dolores mengaku akan senang melihat dia kembali berkostum MU.

“Yakin Cristiano bergabung dengan PSG? Sejujurnya, itu tidak mengganggu saya jika benar terjadi, tapi saya lebih memilih dia kembali ke Manchester United,” jelas Dolores.

Timnas Argentina Gilas Haiti, Lionel Messi Hattrick

Timnas Argentina Gilas Haiti, Lionel Messi Hattrick

Buenos Aires – Timnas Argentina menggilas Haiti dengan skor 4-0 dalam pertandingan uji coba di Estadio Alberto José Armando, Buenos Aires, Rabu (30/5/2018) pagi WIB. Bintang Albiceleste, Lionel Messi mencetak hattrick dalam laga ini.

Sejak awal pertandingan, Timnas Argentina mendominasi permainan atas Haiti. Serangan demi serangan dilancarkan hingga akhirnya bek Haiti terpaksa melakukan pelanggaran di kotak terlarang.

Messi yang menjadi algojo penalti menuntaskan tugasnya dengan sempurna, mengarahkan bola ke pojok kiri. Timnas Argentina memimpin 1-0 atas Haiti.

Kendati menguasai permainan, tapi lini depan tim asuhan Jorge Sampaoli belum mampu menggandakan keunggulan. Babak pertama usai, skor tidak berubah masih 1-0.

Tekanan masih terus dilancarkan Timnas Argentina ke area pertahanan Haiti. Perbedaan kualitas yang mencolok begitu terlihat di atas lapangan.

Albiceleste akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-58 melalui Messi. Kapten Timnas Argentina ini menyambul bola rebound hasil sundulan Giovani Lo Celso, yang tak mampu diblik kiper Johny Placide.

Memasuki menit ke-66, Messi kembali menjebol gawang Haiti untuk ketiga kalinya dalam pertandingan ini. Penyerang berjulukan La Pulga itu memperdaya Placide usai menerima operan Cristian Pavon dari sisi kiri.

Unggul 3-0 atas Haiti tidak membuat Timnas Argentina mengendurkan serangan. Hanya tiga menit setelah itu, gawang Haiti lagi-lagi bobol, kali ini pelakunya Sergio Aguero.

Masuk sebagai pengganti Gonzalo Higuain, Aguero menggetarkan gawang Haiti pada menit ke-69. Setelah itu, Argentina cukup menurunkan tempo permainan.

Haiti sendiri tidak banyak mampu keluar dari tekanan, bahkan untuk sekadar melakukan serangan balik. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai, Timnas Argentina menang 4-0 atas Haiti.

Bek Persija Ungkap Perbedaan Sepak Bola Brasil dan Indonesia

Bek Persija Ungkap Perbedaan Sepak Bola Brasil dan Indonesia

Bek tengah Persija Jakarta, Jaimerson Xavier, mengaku tidak punya kendala bermain di Indonesia. Ini menjadi musim pertama Jaimerson bermain untuk klub Indonesia.

Menurut pemain asal Brasil ini, sepak bola Indonesia lebih keras dibanding negara asalnya. Tapi, perbedaan itu tidak membuat Jaimerson kesulitan beradaptasi dengan Persija.

Pemain berusia 28 tahun itu menilai, banyak tekel selama duel antarpemain di lapangan. Namun, Jaimerson tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Permainan di Indonesia cukup berbeda dengan Brasil. Di sini (Indoenesia) lebih keras,” ungkap Jaimerson, seperti dilansir situs resmi Persija.

Tidak hanya itu, dia berpendapat, sepakbola Indonesia lebih mengandalkan kecepatan. Sementara di Brasil, para pemain lebih mengutamakan penguasaan bola dan teknik yang tinggi serta ditopang dengan taktik dari sang pelatih.

“Di sini juga sering lari (pemainnya). Kalau di Brasil lebih ke teknik, taktik, dan ball position. Tapi, saya senang bisa main di Indonesia,” ungkap pemain bernomor punggung 5 ini.

Walaupun terdapat perbedaan mencolok, pemain yang akrab disapa Jaime ini betah bermain di Indonesia. Dia merasa banyak mendapatkan dukungan selama berkostum Persija.

“Saya sangat suka main di Indonesia. Banyak yang dukung, kasih saya semangat. Sangat senang (main di Indonesia,” terang mantan pemain Santa Cruz.

Sementara itu, Jaime akan jadi bagian skuat Persija kala menyambangi markas Barito Putera dalam laga lanjutan kompetisi Liga 1 2018. Dia bertekad membawa Macan Kemayoran membawa pulang poin dari kandang Barito Putera.

Alli Bisa Jadi Senjata Timnas Inggris di Piala Dunia

Alli Bisa Jadi Senjata Timnas Inggris di Piala Dunia

London – Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, memberikan dukungan kepada rekan setimnya, Dele Alli. Ia percaya pemain 22 tahun itu bisa jadi senjata rahasia The Three Lions di Piala Dunia 2018.

Alli menyumbangkan sembilan gol dan 10 assist di Liga Inggris musim ini. Ia mengantar Tottenham Hotspur finis di peringkat ketiga.

Berkat prestasinya itu, Alli dipanggil Timnas Inggris ke Piala Dunia. Kane percaya sang pemain bisa memberikan banyak bantuan untuk timnya di Rusia.

“Alli telah mencetak gol, menyumbangkan assist dan dia adalah seorang yang bisa bikin perbedaan di lapangan. Dia memiliki kemampuan di mana dia dapat mengubah permainan dalam hitungan detik,” kata Kane di situs resmi klub.

“Anda melihat itu di awal musim ini di Stamford Bridge dengan pergerakan yang luar biasa, sentuhan yang hebat untuk memenangkan pertandingan. Di momen besar dalam pertandingan besar, Alli ada di sana. Dan dia menikmati momen-momen itu.”

“Aku pikir kadang-kadang orang melupakan usia All (22 tahun)i. Dia harus tetap positif, terus melakukan apa yang dia lakukan dari tahun ke tahun dan konsisten. Itu yang paling penting,” Kane menambahkan.

Alli sendiri sudah mengoleksi 23 caps bersama Timnas Inggris. Ia juga baru mencetak dua gol.

Dominan di MotoGP 2018, Dovi Akui Kehebatan Marc Marquez

Dominan di MotoGP 2018, Dovi Akui Kehebatan Marc Marquez

Meski baru lima seri, Marc Marquez sudah menunjukkan peluang besar dirinya untuk jadi juara dunia MotoGP 2018. Itu karena pembalap Repsol Honda tersebut sudah mencetak keunggulan yang signifikan atas para rivalnya.

Sebelumnya, persaingan pada MotoGP 2018 diprediksi bakal berjalan lebih sengit dari sebelumnya. Hal itu berkaca dari mulai meratanya persentase kemenangan setiap pembalap dalam beberapa musim terakhir.

Indikasi itu sempat terlihat dalam dua balapan awal musim ini. Setelah Andrea Dovizioso menguasai MotoGP Qatar, giliran pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow yang tampil sebagai pemenang pada MotoGP Argentina. Namun, tak ada lagi persaingan sengit yang terlihat dalam tiga balapan selanjutnya.

Kebetulan, tiga balapan tersebut dikuasai Marquez, pengoleksi empat gelar juara dunia MotoGP. The Baby Alien sukses merebut podium juara pada MotoGP Austin, Spanyol, dan terkini adalah Prancis.

Para rivalnya pun tak ada yang sungkan untuk mengakui kehebatan Marquez. Hal itu juga berlaku untuk pembalap Ducati, Andrea Dovizioso. Dengan gamblang pembalap Italia itu menyebut Marquez unggul dalam semua hal.

“Marquez sangat kuat di semua bidang dan dalam beberapa hal lebih unggul dari yang lain. Sebagai contoh, ia adalah satu-satunya yang sering menghindari kejatuhan dan satu-satunya pembalap yang begitu banyak terjatuh saat latihan, tapi sedikit dalam perlombaan.” ujar Dovi, dikutip Tuttomotoriweb.

Marquez kini memuncaki klasemen pembalap dengan koleksi 95 poin dari lima seri. Pesaing terdekatnya adalah Maverick Vinales yang terpaut 36 poin. Untuk mengatasi jarak besar itu, para rivalnya tentu berharap Marquez tertimpa banyak kesialan di 14 seri tersisa.

“Saya tak berpikir ia adalah yang terkuat dari semuanya. Jika tidak, saya tak bisa memikirkan soal kejuaraan dunia. Ketika seseorang seperti Marc menang seperti yang dilakukan di Le Mans dan urutan kedua dari Honda, Dani Pedrosa, terpaut 7 detik, itu berarti ia membuat perbedaan,” tegas Dovi.

Selanjutnya, Marquez dan kawan-kawan akan melakoni balapan MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu (3/6/2018). Ini adalah sirkuit di mana Marquez sering mengalami kesulitan. Di kelas MotoGP, baru sekali ia merebut podium juara di Mugello.

Sebabkan Salah Cedera, Kapten Real Madrid Dituntut 1 Miliar Euro

Sebabkan Salah Cedera, Kapten Real Madrid Dituntut 1 Miliar Euro

Madrid – Insiden Sergio Ramos vs Mohamed Salah di Final Liga Champions ternyata berbuntut panjang. Seorang pengacara asal Mesir, Bassem Wahba, kabarnya telah menuntut kapten Real Madrid tersebut uang kompensasi senilai 1 miliar euro atau Rp 16,3 triliun.

“Ramos dengan sengaja mencederai Salah dan harus dihukum karena tindakannya. Saya telah mengajukan tuntutan dan komplain kepada FIFA,” ujar Bassem, seperti diansir Sports Mole.

“Saya akan meminta kompensasi yang bisa mencapai 1 miliar euro, karena akibat fisik dan psikologis yang Ramos berikan kepada Salah dan masyarakat Mesir,” kata Bassem menambahkan.

Liverpool kalah 1-3 dari Real Madrid dalam Final Liga Champions, Minggu (27/5/2018) dini hari WIB. Insiden Ramos menjatuhkan Salah menjadi salah satu yang disorot dalam partai itu.

Pasalnya, dalam tayangan ulang, Ramos terlihat seperti menjepit lengan Salah dengan sengaja. Akibat dari duel itu, Salah harus diganti dan mendapat cedera bahu.

Kapten Real Madrid itu pun mendapat cacian atas tindakannya.

Cederanya Salah memang mengundang perhatian publik terutama masyarakat Mesir. Maklum, Salah adalah tulang punggung timnas Mesir di Piala Dunia 2018.

Presiden Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi pun sampai harus buka suara terkait cedera ini. Ia mengaku telah bertemu Salah dan menanyakan kondisi mantan pemain AS Roma tersebut.

“Seperti yang saya prediksi, saya menemukan sosok pahlawan yang lebih kuat dibandingkan cedera yang dialaminya. Ia antusias untuk kembali,” ucap El-Sisi, seperti dikutip dari Ahram.

Seperti diketahui, Liverpool kalah di pertandingan tersebut setelah Real Madrid mencetak gol lewat Karim Benzema dan dua gol Gareth Bale. Sementara itu, Liverpool mencetak satu gol berkat aksi Sadio Mane.

Kekalahan di Final Liga Champions membuat Liverpool tanpa gelar di musim ini. Namun, The Reds boleh sedikit menghibur diri karena berhasil lolos ke Liga Champions musim depan.

Bali United Bantah Ingin Bajak Mario Gomez dari Persib

Bali United Bantah Ingin Bajak Mario Gomez dari Persib

Bandung – Persib Bandung tengah diterpa isu tidak sedap. Pelatih Roberto Carlos Mario Gomez mengancam akan cabut pada Juli mendatang.

Gomez kecewa dengan fasilitas yang dimiliki Persib. Ditambah, arsitek asal Argentina itu juga mengakui tengah didekati oleh klub lain.

Klub yang tertarik menggunakan jasa Gomez mengarah ke Bali United. Tapi, rumor tersebut terbantahkan. Manajemen tim berjuluk Serdadu Tridatu itu tidak berniat untuk melengserkan posisi Widodo C. Putro dari kursi pelatih.

“Saya bisa katakan bila kami sedang tidak memberikan penawaran terhadap pelatih kepala mana pun, termasuk Mario Gomez,” ujar CEO Bali United, Yabes Tanuri dinukil dari laman resmi klub.

“Kami masih menghormati coach Widodo (Cahyono Putro) sebagai pelatih Bali United saat ini,” katanya menambahkan.

Gomez menyebut akan meninggalkan Persib bila keinginannya tidak dipenuhi oleh manajemen. Mantan juru taktik Johor Darul Ta’zim tersebut meminta manajemen melengkapi fasilitas tim, mulai dari tempat latihan, hingga pengembangan pemain muda.

Adapun, Gomez masih menyisakan kontrak satu setengah musim lagi bersama Persib. Durasi tersebut belum dihitung opsi perpanjangan kerja sama selama setahun.

Yabes mengerti terkait rumor Gomez melatih Bali United. Apalagi, performa Serdadu Tridatu juga tidak memuaskan di musim ini.

Bali United hanya menduduki peringkat ke-13 dengan 13 poin dari 11 pertandingan. Padahal di musim lalu, Irfan Bachdim dan kawan-kawan konsisten di papan atas.

Yabes menanggapi pernyataan Gomez yang memuji keindahan Pulau Bali. Menurutnya, komentar tersebut tidak ada hubungannya dengan rumor Serdadu Tridatu menginginkan jasa Gomez.

“Dia (Mario Gomez) bicara kalau Bali sangat bagus. Saya rasa itu wajar karena Pulau Dewata memang pulau yang indah,” imbuh yabes

“Bukan hanya Gomez, tetapi seluruh dunia juga sudah mengakui hal tersebut. Jadi, pernyataan tersebut tidak ada hubungannya dengan rumor kalau kami tertarik merekrut Gomez,” tuturnya mengakhiri.

PSG dan Buffon Tunda Pengumuman Kesepakatan?

PSG dan Buffon Tunda Pengumuman Kesepakatan?

Liverpool – Gianluigi Buffon sudah bulat meninggalkan Juventus. Usai mengumumkan akan meninggalkan Juventus, sejumlah klub menyatakan ketertarikannya merekrut Buffon.

Buffon memainkan pertandingan terakhirnya untuk Juventus dalam usia 40 tahun. Dia bergabung dengan Nyonya Tua pada tahun 2001 dan telah memiankan lebih dari 500 kali untuk klub.

Salah satu klub yang dikabarkan bakal merekrut Buffon, adalah Paris Saint Germain (PSG). Gazzetta dello sport melaporkan bahwa sementara ini, PSG sangat mungkin untuk mendatangkan Buffon.

Namun, kesepakatan soal Buffon itu tidak akan diumumkan dalam waktu dekat. PSG disebut-sebut tengah menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkannya.

Buffon dan PSG sudah menuju kesepakatan akhir. Namun, Buffon ingin beristirahat dan mengambil cuti sebelum kesepakatan diumumkan.

Bahkan, laporan terakhir menyebut kedua pihak kini sudah mencapai pembahasan rincian-rincian akhir dari kontrak tersebut.

Buffon memang sudah jadi ikon Juventus selama 17 tahun. Berbagai momen telah dilewati mereka bersama.

Awal petualangan Buffon bersama Juventus dimulai saat ia direkrut dari Parma pada musim panas 2001 dengan biaya 49,2 juta euro.